Beranda | Artikel
Khutbah Jumat: Musibah Yang Menimpa Agama
Jumat, 6 Agustus 2021

Khutbah Jumat Tentang Musibah Yang Menimpa Agama ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 27 Dzulhijjah 1442 H / 6 Agustus 2021.

Khutbah Pertama – Musibah Yang Menimpa Agama

Musibah yang paling dikhawatirkan oleh seorang mukmin adalah musibah yang menimpa agamanya. Karena musibah yang menimpa agama akan dapat menghancurkan keimanannya. Sehingga akhirnya apabila musibah yang menimpa agama itu ia bawa sampai kuburannya, akan mendatangkan azab kubur kepada dirinya, dan kesengsaraan di akhirat kelak menunggunya.

Sedangkan musibah dunia itu pasti menerpa setiap manusia. Bahkan setiap mukmin pasti akan ditimpa musibah-musibah dunia. Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Sungguh benar-benar Kami akan uji kalian dengan sedikit rasa takut, rasa lapar, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah[2]: 155)

Di sini Allah menegaskan bahwa Allah pasti akan menguji kita semuanya dengan berbagai macam ujian. Terlebih seorang mukmin, hidupnya tidak akan pernah lepas dari ujian dalam kehidupan dunia ini. Allah berfirman:

الم ‎﴿١﴾‏ أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ‎﴿٢﴾‏

Alif laam miim.. Apakah manusia mengira akan dibiarkan ia berkata ‘kami beriman,’ sementara dia tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut[29]: 2)

Tidak mungkin!

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ‎﴿٣﴾

Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, dengan ujian itu Allah mengetahui siapa yang imannya jujur dan siapa yang imannya dusta.” (QS. Al-Ankabut[29]: 3)

Maka dari itulah, yang patut kita khawatirkan adalah musibah yang menimpa agama kita. Oleh karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berlindung dan minta kepada Allah agar tidak dijadikan musibah itu menimpa agamanya. Beliau berdoa:

وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, jangan Engkau jadikan musibah itu menimpa agama kami, jangan Engkau jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar dan pengetahuan kami yang paling tinggi.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta kepada Allah jangan sampai musibah menimpa agama kita. Seorang mukmin sangat khawatir kalau agamanya rusak. Dalam riwayat An-Nasa’i dan Muslim dalam shahihnya, ketika Rasulullah mengabarkan akan munculnya fitnah, si mukmin ketakutan, dia khawatir agamanya rusak oleh fitnah tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَجِيءُ الْفِتْنَةُ فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ مُهْلِكَتِي ثُمَّ تَنْكَشِفُ

“Akan datang fitnah, si mukmin berkata: ‘ini yang akan membinasakan diriku (membinasakan keimanan dan agamaku),’ lalu kemudian fitnah pun pergi. Lalu datang lagi fitnah lain yang lebih besar, si mukmin berkata lagi: ‘ini yang akan membinasakan diriku,’…” (HR. Muslim dan An-Nasa’i)

Seorang mukmin khawatir kalau keimanannya rusak, keimanannya diganti oleh Allah dengan kekufuran, ketaatannya diganti oleh Allah dengan kemaksiatan, akibat daripada ia tidak berusaha untuk menjaga keimanan dan agamanya. Musibah yang menimpa agama lebih besar dibandingkan musibah yang menimpa dunia.

Orang yang terkena covid-19, banyak yang meninggal dunia. Setelah meninggal, barangkali Allah telah ampuni dosa-dosa mereka dengan penyakit-penyakit tersebut. Tapi orang yang terkena penyakit hati, penyakit mengikuti hawa nafsu, penyakit cinta dunia yang berlebihan, penyakit menolak kebenaran akibat kesombongan, maka demi Allah penyakit ini lebih berbahaya daripada covid-19.

Sebab seseorang apabila ia meninggal dan membawa penyakit ini, kesengsaraanlah yang akan ia rasakan di alam kuburnya, bahkan di akhiratnya. Karena keselamatan kita di hari kiamat adalah dengan keselamatan hati kita. Allah berfirman:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ‎﴿٨٨﴾‏ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ‎﴿٨٩﴾

Pada hari tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada Allah membawa hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu’ara[26]: 88-89)

Yaitu selamat dari kesyirikan, selamat dari pengagungan kepada selain Allah, selamat dari berbagai macam penyakit hati yang membinasakan keimanan.

Itulah saudaraku, yang paling dikhawatirkan oleh seorang mukmin. Karena sesungguhnya kebahagiaan akhirat itulah hakikat daripada kebahagiaan. Adapun dunia hanya sementara, ia fana dan tidak akan kekal selama-lamanya.

Khutbah Jumat kedua – Musibah Yang Menimpa Agama

Namun banyak orang-orang yang KTP-nya Islam, ia lebih mengkhawatirkan musibah dunia daripada musibah agama, ia lebih takut penyakit covid daripada penyakit hati mereka.

Lihatlah, dengan adanya covid-19 banyak wanita-wanita yang tiba-tiba memakai cadar atau masker. Tapi ketika diperintahkan oleh Allah untuk menutup aurat, mereka tidak peduli. Mereka lebih takut kepada penyakit daripada kepada azab Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Itulah saudaraku, orang-orang yang sudah rusak keimanannya, sudah dicabut oleh Allah rasa takutnya kepada Allah, rasa takutnya kepada hari akhirat kelak, kepada api neraka. Sehingga akhirnya ia tidak mengharapkan pahala dari Allah, yang ia harapkan hanya dunia. Adakah musibah yang paling besar daripada musibah seperti ini, saudaraku?

Download mp3 Khutbah Jumat

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat Tentang Musibah Yang Menimpa Agama” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/50498-khutbah-jumat-musibah-yang-menimpa-agama/